Bupati Lampung Timur Dampingi Gubernur Tinjau Kebakaran Kawasan Way Kambas, Gerak Cepat Kendalikan Api

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bergerak cepat menangani kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), wilayah Desa Braja Luhur. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mendampingi Gubernur Lampung meninjau langsung lokasi kebakaran sekaligus memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Kepala BPBD Lampung Timur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, jajaran Kodim, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kepala Desa Braja Luhur, serta organisasi Pramuka yang ikut membantu dalam upaya penanganan kebakaran.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.
“Kita berupaya bergerak cepat dan berkoordinasi dengan semua pihak agar api tidak menjalar dan melebar ke mana-mana. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan alat pemadam, termasuk alkon, mencukupi,” ujar Ela.
Menurutnya, peninjauan langsung bersama Gubernur Lampung merupakan bentuk gerak cepat pemerintah dalam melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara terpadu.
Bupati bersama Gubernur Lampung bahkan sempat menggunakan perahu untuk menuju lokasi kebakaran. Kondisi medan yang berada di kawasan rawa dan sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat proses pemadaman membutuhkan metode khusus dan melibatkan banyak unsur.
Salah satu penggerak masyarakat dalam penanganan kebakaran, Sujarwo, menjelaskan bahwa sekitar 10 unit alkon telah dikerahkan ke dalam kawasan untuk membantu memadamkan api.
“Di dalam kawasan sudah ada sekitar 10 alkon yang dikerahkan untuk pemadaman. Karena mobil pemadam tidak bisa masuk ke lokasi, maka alat yang bisa dibawa dan digunakan di lapangan menjadi sangat penting,” jelas Sujarwo.
Selain menggunakan alkon, petugas dan masyarakat juga melakukan metode tradisional yang dikenal dengan istilah “gepyokan”, yakni memukul atau menepuk titik api menggunakan kayu maupun peralatan sederhana untuk menghentikan rambatan api.
Kebakaran diketahui mulai terlihat sekitar pukul 08.30 WIB. Api kemudian membakar area padang ilalang dengan perkiraan luasan terdampak sekitar tiga kilometer di kawasan Way Kambas wilayah Braja Luhur. Bahkan, rambatan api telah mencapai arah Desa Braja Kencana.
Cuaca panas dan hembusan angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah merambat melalui vegetasi kering. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan cepat dan melibatkan berbagai unsur.
Meski demikian, berkat gerak cepat petugas, pemerintah daerah, aparat, masyarakat, KTH, Pramuka, serta seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga potensi penyebaran lebih luas dapat diminimalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung juga memberikan pengarahan kepada seluruh pihak yang berada di lapangan agar penanganan kebakaran dilakukan secara terkoordinasi, mengutamakan keselamatan petugas, serta terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hutan dan lingkungan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lahan dan rerumputan kering sangat mudah terbakar.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, kelompok tani hutan dan relawan menjadi kunci dalam menghadapi kejadian tersebut. Dengan kerja bersama dan respons cepat, diharapkan kebakaran dapat segera dituntaskan serta kawasan Way Kambas tetap terjaga dari ancaman kebakaran yang lebih luas.

(**).