
Bandar Sribhawono - Selain Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur masih menyimpan beragam objek wisata yang berpotensi dikembangkan. Salah satunya Danau Kemuning di Dusun V, Desa Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono.
Kejernihan air Danau Kemuning merupakan daya tarik bagi pengunjung. Selain jernih, air danau alami juga sejuk karena banyak bebatuan yang berada di dalamnya. Di lokasi itu, pengunjung mandi atau sekadar menikmati kesejukan dan keindahan alam sembari duduk di atas bebatuan untuk melepaskan penat. Lokasi Danau Kemuning juga mudah dijangkau karena hanya terletak 1 km dari Jl. Ir. Sutami (jalan raya Kecamatan Bandarsribawono). Jalan menuju lokasi itu juga sudah diaspal, sehingga mudah dilintasi kendaraan roda empat maupun dua.
Selain itu, pengunjung juga dapat nyaman dan aman bila berada di lokasi tersebut. Sebab, masyarakat setempat menyambut baik bila ada pengunjung yang datang. Karena itu, lokasi tersebut selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari libur. Baik itu untuk sekadar bersantai, mandi, lalu makan bersama dengan keluarga maupun rekan-rekan mereka. Tayib (40), warga setempat, mengatakan, pengunjung yang sering datang untuk menikmati keindahan Danau Kemuning bukan hanya warga Sribawono. Namun, juga dari daerah lain. Selain berpotensi sebagai objek wisata, Danau Kemuning juga merupakan salah satu sumber air bagi ribuan hektare areal persawahan yang berada di Kecamatan Bandarsribawono dan Matarambaru. Sebab, Danau Kemuning merupakan sumber air bagi daerah irigasi Way Curup. ’’Masyarakat sangat mendukung bila Danau Kemuning dijadikan objek wisata. Oleh karena itu, pendapatan masyarakat setempat akan ikut meningkat dari usaha berdagang makanan,” ujarnya.
Sebagian besar airnya berasal dari Danau Kemuning. Way Curup sendiri berfungsi mengaliri ribuan hektare sawah yang ada di Kecamatan Matarambaru, Labuhanmaringgai, dan sebagian di Kecamatan Wayjepara. Karena itu, Tayib berharap pemerintah juga ikut peduli dengan kelestarian Danau Kemuning. Sebab, danau yang tadinya seluas 3 hektare, sekarang sudah semakin menyempit tinggal 2 hektare saja.
Ditempat terpisah, saat diwawancarai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamtim, Drs. Sudarsono pada Rabu (11/07) mengakui, guna meningkatkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan berusaha mengundang investor untuk mengelola objek-objek wisata yang ada. Upaya selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung dan Lamtim guna perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata. Sebab, salah satu penyebab minimnya kunjungan wisatawan ke Lamtim adalah terjadinya kerusakan jalan menuju objek wisata. ’’Ke depan, kami optimistis sektor pariwisata di Lamtim akan memberikan kontribusi bagi PAD dan pembangunan di Lamtim,” ungkapnya. (nando)
Senin ,17-Juni-2013
Senin ,27-Mei-2013
Kamis ,23-Mei-2013
Visitors : 204439 users
Hits : 1752028 hits










