Bupati Ela Siti Nuryamah Ajak Generasi Muda Jaga Budaya di Tengah Arus Digital, FGD Nuwo Guwai Jejamo Bahas Masa Depan Wisata Maringgai
Labuhan Maringgai (Komdigi Lamtim) – Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya dan tradisi daerah. Pesan tersebut disampaikan Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Nuwo Guwai Jejamo di kawasan wisata Pemandian Ratu Darah Putih, Desa Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (10/7/2026).
Forum yang dihadiri Kepala Bappeda Verzanita Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Marsan, Camat Labuhan Maringgai, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa, akademisi, hingga para pemuda itu menjadi wadah bersama untuk merumuskan strategi pelestarian budaya, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan Desa Wisata Budaya berbasis kearifan lokal.
Dalam arahannya, Bupati Ela menegaskan bahwa kemajuan teknologi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak mungkin dihentikan. Namun, menurutnya, modernisasi tidak boleh menghilangkan jati diri daerah.
"Perkembangan teknologi tidak bisa kita hentikan. Arusnya akan terus berjalan. Tetapi tradisi tidak boleh sirna, adat istiadat tidak boleh hilang. Yang harus dilakukan adalah mengadopsi, berinovasi, dan memperbarui cara melestarikannya agar tetap relevan dengan zaman," ujar Ela.
Menurutnya, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, pendidikan budaya harus terus ditanamkan sejak dini melalui sekolah maupun lingkungan masyarakat.
"Kalau tidak ada anak muda yang menjadi penerus, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita. Sekolah harus terus mengenalkan tari, dongeng, bahasa daerah, hingga berbagai tradisi yang menjadi identitas Lampung Timur," katanya.
Selain budaya, Ela juga menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah. Ia menilai media digital mampu menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan informasi pembangunan sekaligus mempromosikan destinasi wisata dan kekayaan budaya Lampung Timur.
"Kegiatan pemerintah harus diinformasikan. Bukan untuk mencari pujian, tetapi agar masyarakat mengetahui apa yang sudah dikerjakan pemerintah. Hari ini media sosial menjadi sarana yang paling efektif untuk menyampaikan informasi," ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati meminta Bappeda bersama pegiat budaya menyusun program pembinaan yang berkelanjutan melalui forum diskusi rutin, termasuk memanfaatkan pertemuan secara daring agar semakin banyak anak muda dapat berpartisipasi.
Pada kesempatan itu, Ela juga memperkenalkan sejumlah program peningkatan kualitas SDM, seperti Beasiswa Makmur bagi pelajar berprestasi hingga program magang bagi lulusan SMA maupun perguruan tinggi yang belum bekerja.
Peserta magang nantinya akan diarahkan sesuai potensi unggulan daerah, mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan sosial, perikanan dan kelautan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga sektor UMKM.
"Jangan gengsi menjadi petani, pendamping perhutanan sosial, pendamping nelayan, atau pelaku pariwisata. Semua sektor itu memiliki peluang ekonomi yang besar apabila ditekuni dengan baik," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru melalui kemudahan akses pembiayaan usaha. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Kredit Usaha Daerah (Kurda) melalui Bank Lampung dan BPR untuk mengembangkan usaha produktif.
Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Maringgai menyampaikan harapan agar kawasan wisata Pemandian Ratu Darah Putih mendapat perhatian lebih serius. Selama ini lokasi tersebut telah beberapa kali disurvei, namun masyarakat berharap hasil kajian segera diwujudkan dalam pembangunan nyata sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata dan perekonomian warga.
Warga juga menyampaikan aspirasi terkait proyek penggantian jaringan pipa air yang hampir setiap tahun dilakukan di kawasan tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen agar persoalan infrastruktur tidak terus berulang.
Melalui FGD Nuwo Guwai Jejamo, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh adat, akademisi, pelaku wisata, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan kawasan-kawasan bersejarah sebagai destinasi wisata unggulan.
Dengan kolaborasi tersebut, budaya lokal diharapkan tidak hanya tetap lestari di tengah arus digitalisasi, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Lampung Timur.
(**).Berita Detail
- Category: Berita
- Client: Admin
- Project date: 10-07-2026
- Project Views: 674 views
Categories
Recent News
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryama ...
- Wabup Azwar Hadi dan Kodim 042 ...
- Wagub Lampung Jihan bersama Bu ...
- Tinjau Irigasi Way Kawat yang ...
- BRI Bangun TPST Berbasis RDF d ...
- Pisah Sambut Kepala Kemenhaj L ...
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryama ...
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryama ...
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinja ...
- Gubernur Lampung Rahmat Mirzan ...
- RELAS PEMBERITAHUAN PUTUSAN PE ...

